Panen Prestasi ITS Lampaui Target

Menutup tahun 2015, ITS memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama kampus perjuangan. Dalam gelaran bertajuk Penerimaan Reward Mahasiswa Berprestasi Tahun 2015, ITS memberikan 68 penghargaan kepada prestasi mahasiswa di tingkat regional, nasional, dan internasional, Selasa (29/12).

Sebagai bentuk apresiasi, tercatat ITS memberikan total Rp 141,6 Juta kepada seluruh mahasiswa berprestasi tahun 2015. Beberapa diantara torehan prestasi di tingkat internasional diraih Tim Sapu Angin ITS dalam kompetisi Shell Eco Marathon Asia 2015 sebagai jawara ketegori Urban Concept Diesel.

Ada lagi UKM PSM yang meraih 6 medali dalam 54th International Choral Singing Competition Seghizzi di Gorizia Itali. Dua mahasiswa ITS, R. Aditya Brahmana dan Yabes David Losong juga berhasil menyabet gelar The Best Social Venture Challenge dalam Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2015.

Di tingkat nasional, nama ITS tak kalah harum. Lewat torehan podium pertama dalam ajang Mahasiswa Berprestasi Nasional kategori sarjana dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika ITS untuk kelas Racing Jet Heavy Weight dalam Kontes Robot Terbang Indonesia mengokohkan dominasi prestasi ITS di bumi nusantara.

Tak ketinggalan, titel Juara 3 PIMNAS ke-28 dan jawara Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kontes Bangunan Indonesia (KBGI) VII 2015 juga menjadi pembuktian prestasi mumpuni kampus yang berada di timur Kota Surabaya ini. Untuk kesekian kalinya, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITS memang sukses berhasil menyabet Juara Satu Jembatan Baja Canal Dingin dan Juara kategori waktu tercepat dalam gelaran tahunan itu.

Dalam sambutannya, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc Es PhD menyampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI menargetkan ITS mampu meraih juara pertama dalam kompetisi di tingkat Nasional maupun Internasional sebanyak empat kali.

"Namun, saya mencatat sudah terdapat lebih dari 12 prestasi," ujar Joni.

Menurutnya, mahasiswa ITS telah didesain tidak hanya memiliki kemampuan dalam keprofesian saja, namun soft skill yang mumpuni. Sehingga, lanjutnya, tradisi mahasiswa yang senantiasa mengembangkan kemampuan komunikasi, leadership, dan entrepreneur perlu dipertahankan.

Dikatakan Guru Besar Jurusan Teknik Lingkungan ITS ini, hal tersebut menjadi modal utama mahasiswa untuk turun ke masyarakat. Tak lupa, ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh mahasiswa yang berhasil mengangkat nama baik ITS. "ITS bangga kalian menjadi bagian dari ITS," tuturnya. (bal/man)