Konferensi Biologi Hadirkan Penemuan Unik

Jurusan Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengadakan International Biology Conference (IBOC) untuk yang ketiga kalinya. Meskipun masih mengangkat tema yang sama dengan sebelumnya, namun penemuan yang disampaikan dalam acara ini menghadirkan hal baru. Salah satunya adalah penemuan tentang sampah mie instan yang dapat dijadikan energi baru terbarukan, Sabtu (15/10).

Tiga kali diselenggarakan, IBOC selalu mengangkat tema yang sama, yaitu mengenai Biodiversitas dan Bioteknologi untuk Kesejahteraan Manusia. Ketua Organizing Commitee, Dr rer nat Edwin Setiawan SSi MSc mengatakan, penemuan dari topik yang diangkat dalam konferensi ini selalu berkembang seiring berjalannya waktu.

 

Salah satu penemuan unik dalam konferensi ini adalah energi baru terbarukan yang bisa diciptakan dari sampah mie instan. "Sampah yang saya maksud adalah air sisa rebusan mie yang biasa dibuang. Itu ternyata bisa diolah menjadi energi baru terbarukan," terang Edwin. Mengetahui hal ini, doktor lulusan Ludwig-Maximilian University of Munich, Jerman itu melihat prospek Indonesia sebagai penghasil sampah mie instan terbesar kedua di dunia.

 

Selain itu juga ada beberapa penemuan unik seperti pembuatan pelet ikan dari limbah perikanan. Lalu dari Korea University yang menampilkan penemuannya tentang investigasi kondisi kebutuhan udara dari Cordyceps militaris, jamur berwarna oranye yang banyak ditemukan di Asia.

 

Konferensi ini diadakan di Gedung Rektorat ITS. Topik yang dibahas dalam IBOC ketiga ini ada tiga hal, yaitu Animal Science, Environmental Science and Technology, dan Biomass and Bioenergy. Peserta konferensi datang dari berbagai negara, seperti Italia, Korea Selatan, Thailand, Singapore, Filipina, dan Indonesia. "Harapan saya konferensi ini dapat menjadi ajang tukar informasi dan kerja sama di bidang penelitian biologi, utamanya di wilayah Asia Tenggara," tutup Edwin. (yan/mis)