Super Moon Hampiri Malam ITS

Sekelompok Mahasiswa ITS berbondong-bondong melihat fenomena alam yang terbilang cukup langka. Yakni dimana bulan bisa terlihat sangat besar dalam posisi yang begitu dekat dengan bumi. Fenomena yang sering disebut Supermoon itu semakin jelas terlihat di lantai empat Jurusan Fisika FMIPA ITS, Senin (14/11). Apalagi, ini kesempatan emas untuk Mahasiswa ITS bisa mengamati fenomena yang hanya datang 18 tahun sekali itu.

Gelap mulai hinggap, tetapi tidak semakin senyap. Analogi itu mungkin cocok untuk disematkan bagi sekelompok Mahasiswa ITS yang semakin padat mengerumuni teropong teleskop yang dipelopori oleh Unit Kegiatan Mahasiswa ITS Astronomy Club (UKM IAC). Mereka berkumpul untuk melakukan observasi fenomena Supermoon yang dimulai pukul 17.30 WIB tersebut.

Kegiatan observasi ini menurut Diky Anggoro M Si, salah satu Dosen Fisika FMIPA ITS bertujuan untuk melihat morfologi Supermoon. Jika beruntung, ia berharap dapat melihat bentukan dan struktur asli dari bulan seperti kawah-kawahnya. "Kami observasinya memakai dua teropong dengan perbesaran 20-100 kali," jelas Diky. 

Supermoon atau Bulan Super merupakan kedaan bulan dengan ukuran yang lebih besar dari bulan biasanya. "Keunikan dari Super Moon adalah ukurannya 15 persen lebih besar dari bulan purnama biasanya," terang Diky. Tak hanya ukurannya, Diky juga menjelaskan bahwa perpendaran cahaya Supermoon sekitar 30 persen lebih terang dibanding bulan purnama biasa.

Supermoon ini dapat kita nikmati 13 bulan sekali. Tercatat pada 2016, terdapat tiga kali fenomena bulan super, yakni terjadi pada Bulan Oktober, November, dan Desember. Diky merasa beruntung karena dapat melihat fenomena Super Moon dengan jarak datang terdekat hanya 18 tahun sekali. "Kita bisa melihat Supermoon ini lagi sekitar tahun 2034. Untuk jaraknya, karena saya orang fisika, jaraknya mengikuti hukum kepler," lanjutnya.

Keindahan Supermoon tersebut ternyata memliki efek. Di antaranya pada air pasang laut dan gravitasi bumi yang naik sekitar sembilan persen. Walaupun sempat tertutup awan mendung, namun observasi Supermoon tetap berjalan hingga awan yang menutupi semakin memudar dan tidak menghalangi lintasan bulan. "Alhamdulillah kita bisa melihat Supermoon yang indah ini," pungkasnya seraya bersyukur. (io13/akh)