Bawa Pesan Melalui Tari Teatrikal

ITS Expo kembali menjadi ajang penampilan bagi seluruh departemen di kampus perjuangan, Rabu (16/11). Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah persembahan dari Departemen Biologi. Tari teatrikal yang bercerita mengenai budaya Indonesia ini membawa pesan bagi anak muda untuk lebih mencintai budayanya sendiri.

Tari teatrikal yang dibawakan oleh 12 mahasiswa tersebut menggabungkan tarian tradisional dengan tarian modern. Tarian tradisional ditampilkan perdana kemudian disusul dengan tarian modern yang menggeser penari tradisional.

Dewi Setyoningrum, konseptor dari pertunjukan ini menyatakan hal itu menggambarkan kondisi budaya Indonesia saat ini. Budaya Indonesia mulai terkikis oleh pengaruh budaya asing.

Bukan tanpa alasan, Dewi memilih cerita tersebut untuk konsep persembahannya karena keprihatinanya terhadap generasi muda Indonesia saat ini. Generasi muda yang digadang-gadang menjadi generasi penerus justru semakin terbuai oleh budaya asing. Rasa cinta terhadap budaya sendiri mulai terkikis karena kesan jadul yang kerap kali melekat pada citra budaya tradisional.

"Namun lewat teatrikal ini pula kami ingin menyampaikan bahwa tak sedikit orang-orang yang tetap mau melestarikan budayanya meski besarnya pengaruh globalisasi," tambahnya.

Memadupadankan tari tradisional dengan tari modern ala budaya barat, tarian ini sarat optimisme anak muda yang mau mempertahankan kebudayaannya tetap eksis. Tak ketinggalan pula narasi pesan kepada penerus bangsa untuk turut menghargai keanekaragaman budaya Indonesia.

Tak hanya total dalam menyiapkan penampilan, tim ini juga mendesain secara khusus kostum yang mereka kenakan. Kostum yang merepresentasikan wujud ciri khas budaya Indonesia dan asing ini, dikonsep sendiri dengan pengerjaan yang hanya memakan waktu dua hari.

Ditanya mengenai persiapan, Nafa Ulfatya, salah satu penari menuturkan bahwa mereka berlatih secara otodidak dengan mengandalkan teman-teman mereka yang pandai menari. Meskipun waktu berlatih terbilang kurang, namun mereka mengaku puas dengan riuh tepuk tangan dari pengunjung.

Dengan ditampilkanya tari teatrikal yang bercerita tentang Budaya Indonesia ini, mereka berharap dapat menginspirasi generasai muda, khususnya mahasiswa untuk semakin mencintai budayanya. ''Sah-sah saja kita menyukai kebudayaan asing, asal hal itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai dari budaya kita. Jika bukan generasi kita, siapa lagi?," pungkasnya. (io12/arn/mis)