ITS Jadi PUI Binaan di Indonesia

Sebagai kampus teknologi, ITS sudah sejak lama mendapatkan penghargaan inovasi teknologi baik secara nasional maupun internasional . Kini, giliran Pusat Studi Energi bidang mobil listrik ITS yang mendapat penghargaan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Binaan oleh Kemenristek Dikti, Selasa (15/12) lalu.

Pusat Studi Energi ITS ini berhasil merebut penghargaan ini dengan mengusung tema sistem dan kontrol otomotif bidang mobil listrik. "Sebelumnya kami pernah gagal menjadi PUI binaan pada 2014 lalu karena dianggap teknologi yang diciptakan kurang spesifik," ungkap Dr Eng Ir  Prabowo M Eng, Kepala Pusat Studi Energi ITS.

Menurutnya, ITS sengaja mengajukan proposal dengan tema tersebut karena dinilai mampu untuk diuji dan sudah memasarkan produknya. "Selain itu juga sistem dan kontrol otomotif ini dianggap memenuhi Key Performance Indicator (KPI)," tukasnya.

Prabowo menjelaskan, proposal yang diajukan memang harus memilki master plan yang menjadi acuan panitia dalam penilaian. Master plan tersebut terdiri dari lima indikator yaitu Organisasi, Research/IPTEK, Diseminasi, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Jaringan.

Kelima indikator tersebut dikatakannya memiliki nilai masing-masing 200 poin. "ITS berhasil memperoleh nilai 850 sehingga bisa menjadi PUI binaan hingga tiga tahun mendatang," jelas Dosen Jurusan Teknik Mesin ITS tersebut.

Usai diamanahi sebagai PUI, Prabowo menegaskan ITS akan menghasilkan prototype dan hak paten. "Prototype dan hak paten ini diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat luas daripada publikasi berupa riset yang berdampak individu saja," jelasnya.

Target yang ingin dicapai oleh ITS diantaranya adalah menghasilkan sistem dan kontrol otomotif yang layak pakai bagi sepeda motor dan mobil baik listrik maupun konvensional.

Selain itu, ITS juga ingin menghasilkan produk sepeda motor listik dan mengembangkan infrastruktur seperti charging station. "Bahkan pihak kami juga menargetkan untuk menciptakan 10.000 mobil listrik pada tahun 2018 mendatang," tandasnya.

ITS Targetkan Penghargaan PUI

Di sela wawancara, Prabowo juga mengaskan ITS akan mengajukan proposal untuk mengubah status dari PUI Binaan menjadi PUI. Caranya adalah dengan memperbanyak prototype secara berkala dan mengembangkan sistem dan kontrol otomotif dalam kurun waktu setahun.

"Kalau bisa maju menjadi PUI dalam setahun mengapa harus menunggu tiga tahun?" tukas alumni ITS angkatan 1989 tersebut.

Prabowo berharap, ITS mampu memiliki perusahaan - perusahan kecil sendiri untuk mengelola inovasi sistem dan kontrol otomotif ini. "Ini juga sebagai branding ITS pada masyarakat luas," pungkasnya. (jel/pus)]